Sunday, June 15, 2008

TENTANG DIABETES Lagi

PENYEBAB DIABETES

Pembentukan diabetes yang penting adalah dikarenakan kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes mellitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Tipe 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan tipe 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin bila obatnya tidak efektif. Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Gejala

Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah polyuria ( urination yang sering), polydipsia ( dahaga ditingkatkan dan masukan cairan sebagai akibat yang ditingkatkan) dan polyphagia ( selera yang ditingkatkan). Gejala ini boleh kembang;kan sungguh puasa diset dicetak 1, terutama sekali di anak-anak ( bulan atau minggu) tetapi mungkin sulit dipisahkan atau dengan sepenuhnya absen & & mdash; seperti halnya mengembang;kan jauh lebih pelan-pelan & mdash; diset dicetak 2. Diset dicetak 1 [di/ke] sana boleh juga jadilah kerugian berat/beban ( di samping normal atau yang ditingkatkan makan) dan kelelahan yang tidak dapat diperkecil lagi. Gejala ini boleh juga menjelma diset dicetak 2 kencing manis di pasien kencing manis siapa adalah dengan kurang baik dikendalikan. Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik. (info dari Wikipedia)

Saturday, June 14, 2008

MITOS – MITOS TENTANG DIABETES


  1. Ketularan Diabetes Dari orang lain
    Ngga
    bener. Walaupun kita tidak tahu bagaimana seseorang bisa mengidap diabetes, tetapi yang pasti tidak menular. Beberapa pendapat mengatakan penyakit ini diturunkan secara genetic misalnya orang tuanya atau keluarganya ada yang mengidap diabetes dipastikan orang tersebut mempunyai bakat mengidap diabetes terutama type. Faktor gaya hidup juga berpengaruh misalnya jarang olah raga, suka makan yang enak-enak, kurang suka makan buah dan sayur.
  2. Diabetesi (orang yang mengidap diabetes) tidak boleh makan yang manis-manis dan coklat.
    Selama masih dimakan dalam batas wajar atau digabungkan dengan olahraga makanan ini tidak perlu dihindari. Jadi Diabetesi bisa makan yang manis-manis seperti orang yang sehat.
  3. Makan banyak gula atau yang manis-manis menyebabkan Diabetes
    Tidak betul. Diabetes disebabkan oleh gabungan dari gaya hidup yang tidak sehat dan genetic. Walaupun begitu kelebihan berat badan meningkatkan resiko seseorang untuk mengidap diabetes tipe 2. Jika ada riwayat diabetes dikeluarga disarankan untuk memulai gaya hidup sehat dan berolahraga secara teratur untuk mengatur berat badan.
  4. Diabetesi harus makan makanan khusus diabetes.
    Makanan sehat yang dimakan oleh para penderita diabetes adalah sama dengan makanan sehat yang dimakan orang sehat lainnya yaitu rendah lemak terutama lemak jenuh dan trans fat, tidak terlalu banyak mengandung garam dan gula, memperbanyak makan makanan yang berbasis biji-bijian(whole grain food), buah-buahan dan sayur. Makanan yang mengandung gula khusus atau gula khusus diabetes tidak memberikan keuntungan berarti. Tetap menaikkan kadar gula darah dan biasanya lebih mahal. (www.diabetes.org)

Diabetes type 2

Diabetes type 2 ini adalah type yang sering diidap kebanyakan orang yang tidak mengatur gaya hidupnya dengan baik seperti malas berolah raga, malas makan sayur, suka begadang, minum alkohol dan ngokar.

Type 2 ini biasanya terdeteksi setelah umur 40 tahun tapi bukan berarti umur dibawah 40 tahun aman karena diabetes adalah penyakit akumulasi alias tidak tiba-tiba muncul karena salah makan satu atau dua hari. (IMHO) Kenapa umumnya baru terdiagnosa setelah umur 40 tahun? Karena umur dibawah 40 tahun masih aktif bergerak dan olah raga ketika umur diatas 40 tahun orang biasanya sudah malas gerak badan.

Oke langsung ke penjelasan :

Type 2 ini adalah keadaan dimana badan tidak dapat memproduksi cukup insulin atau sel2 dalam tubuh tidak merespons insulin., sedangkan insulin dibutuhkan untuk menggunakan glukosa menjadi energy.

Ketika kita menyantap makanan tubuh mengubah gula dan zat tepung menjadi glukosa yang akan menjadi bahan bakar untuk sel-sel didalam tubuh. Insulin membawa gula dalam darah kedalam sel tubuh. Jika glukosa menumpuk didalam darah ketimbang dipakai untuk sel dapat mengakibatkan dua hal berikut :

1. Sel-sel akan kelaparan akan energy.

2. Dalam jangka panjang, gula darah yang tinggi akan merusak mata, ginjal, syaraf atau jantung.

Kalau divonis dokter mengidap type 2 ini jangan kuatir karena walaupun serius penderita diabetes tetap dapat hidup normal, bahagia dan umur panjang seperti orang-orang lain.

Pengobatan.

Banyak yang mengira diabetes tidak dapat sembuh, well beberapa tahun lalu memang benar tapi dengan teknologi kedokteran sekarang hal ini dapat dilakukan.

Langsung saja, pengobatan Diabetes saya bagi menjadi tiga (3) yaitu cara herbal, medical dan extrem alias operasi. Semuanya ini harus dilakukan dengan rutin dan of course tetap rutin periksa gula darah ke dokter.

Cara herbal :

1. Meminum air rebusan daun salam, caranya ambil daun salam 10 lembar lalu direbus di panci sampai airnya berubah warna. Air ini yang diminum secara teratur sampai air dipanci habis. Butuh kesabaran untuk meminumnya karena tidak langsung sembuh.

2. Daun sambiloto juga bisa direbus untuk mengendalikan gula darah, caranya (kalau saya) daun sambiloto segar ditaruh di gelas dan diseduh air panas. Lalu setelah dingin diminum.

3. Kacang-kacangan, penderita diabetes disarankan untuk mengkonsumsi kacang karena kacang memiliki chromium picolinat yang bisa mengatur kadar gula darah.

4. Jamu-jamuan. Orang tua saya biasanya beli jamu kencing manis di pasa mayestik, efeknya lumayan. Gula darahnya bisa terkontrol.:army:

Cara Medical:

Biasanya diberikan obat-obatan yang merangsang produksi insulin a.l Diamicron MR, obat2 penghambat gula darah seperti metformin dan keluarganya. Untuk kasus yang sudah parah biasanya diberi suntikan insulin.

Thursday, June 12, 2008

Perhatikan Ciri-Ciri ini

Tanda seseorang mengidap diabetes.

Tanda-tanda seseorang mengidap diabetes seringkali tidak diperhatikan oleh yang bersangkutan karena dianggap wajar padahal kalau diketahui lebih dini maka dapat mengurangi komplikasi yang akan timbul dikemudian hari.

Tanda-tanda tersebut adalah :

  • Sering buang air kecil
  • Sering Haus
  • Sering merasa Lapar
  • Berat badan turun ngga jelas
  • Cepat cape
  • Irritability
  • Mata ngga focus alias berkabut.

Nah kalo diantara kalian ada yang merasa overweight dan sering mengalami tanda-tanda diatas cepat-cepatlah konsultasi ke dokter.